Begini Tata Cara Salat Gerhana Bulan

Begini Tata Cara Salat Gerhana Bulan


Begini Tata Cara Salat Gerhana Bulan

Pada Rabu (31/1) besok akan terjadi gerhana bulan total di sebagian wilayah Indonesia. Jangan lupa, bagi umat muslim, gerhana ini menjadi momen untuk melakukan salat gerhana. Begini tata caranya:

Berdasarkan kutipan dari Keputusan Mu'tamar Tarjih XX Muhammadiyah di Garut 1396 H / 1976 M dan ditanfidzkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan surat No. C/1-0175/77, terdapat beberapa hal yang harus dilakukan untuk melaksanakan shalat kusufain :

1. Apabila terjadi gerhana matahari atau bulan, hendaknya imam menyuruh orang menyerukan: "Ash-Shalatu Jami'ah". Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadist : "Pernah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah saw, maka beliau menyuruh orang menyerukan Ash-Shalatu Jami'ah, lalu beliau maju mengerjakan shalat empat kali ruku' dalam dua raka'at dan empat kali sujud." [HR. al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad, lafadz al-Bukhari dari Aisyah ra.]

2. Kemudian, ia pimpin orang banyak mengerjakan shalat dua rakaat, pada tiap rakaat berdiri dua kali, ruku' dua kali, dan sujud dua kali, serta pada tiap rakaat membaca Fatihah dan surat yang panjang dengan suara nyaring, dan pada tiap ruku' dan sujud membaca tasbih lama-lama. Berdasarkan dalil yang artinya :"Pada shalat gerhana Nabi saw menyaringkan bacaannya. Dan dikerjakannya empat kali ruku' dalam dua raka'at serta empat kali sujud." [HR. al-Bukhari dan Muslim, lafadz Muslim dari Aisyah ra.]

Selain itu, juga dijelaskan dalam hadist lainnya, yang artinya: "Pada masa Rasulullah saw pernah terjadi gerhana matahari, kemudian Rasulullah saw mendatangi tempat shalat lalu bertakbir dan orang banyakpun ikut bertakbir, lalu membaca bacaan dengan suara nyaring, dan beliau berdiri lama ......... dan seterusnya hadits." [HR. Ahmad dari Aisyah ra.]

3. Setelah selesai shalat ketika orang-orang masih tetap duduk, imam berdiri menyampaikan peringatan dan mengingatkan mereka akan tanda-tanda kebesaran Allah. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadist yang artinya : "Pada masa hidup Rasulullah saw pernah terjadi gerhana matahari, lalu beliau keluar ke masjid, kemudian beliau bertakbir sedangkan orang banyak ikut bershaf-shaf di belakangnya. Lalu beliau membaca bacaan panjang-panjang kemudian bertakbir untuk ruku' lama sekali, kemudian mengangkat kepalanya lalu mengucapkan 'Sami'allahu liman hamidah, Rabbana wa lakalhamdu', kemudian beliau berdiri lalu membaca bacaan panjang-panjang tetapi lebih pendek dari yang pertama kemudian bertakbir untuk ruku' lama sekali tetapi lebih sebentar dari yang pertama, lalu mengucapkan 'Sami'allahu liman hamidah, Rabbana wa lakalhamdu', kemudian sujud. Kemudian pada rakaat kedua beliau kerjakan seperti itu, sehingga seluruhnya merupakan empat kali ruku' dan empat kali sujud. Dan matahari lalu nampak terang sebelum shalat selesai. Kemudian beliau bangkit berkhutbah dengan menyampaikan puji kepada Allah sebagaimana mestinya dan beliau mengatakan: Matahari dan bulan keduanya adalah tanda kebesaran Allah Yang Maha Mulia, gerhananya bukan disebabkan mati dan lahirnya seseorang. Dan jika kamu menyaksikan hal itu maka segeralah shalat." [HR. al-Bukhari, Muslim dan Ahmad dari Aisyah ra.]

Published by : Aqwam Jembatan Ilmu

#shalat #shalat gerhana #tata cara shalat gerhana #shalat gerhana bulan #shalat gerhana matahari #gerhana bulan #gerhana matahari #cara shalat gerhana #Education #Aqwam Jembatan Ilmu #Youtube #Indonesia #Trending #Trend